Respon Perubahan Minat Wisatawan Usai Pandemi, Kemenparekraf Perkuat Desa Wisata

oleh -6.444 views
Bagikan:

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) merespon cepat perubahan minat wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata usai pandemi Covid-19. Sebagimana diketahui, pada era adaptasi kebiasaan baru saat ini terjadi perubahan mencolok minat wisatawan untuk menentukan tujuan destinasi yang ingin dikunjunginya.

Untuk merespon hal tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf menyelenggarakan “Business Gathering Pelaku Desa Wisata dan Industri Pariwisata Pasar Domestik yang dilaksanakan pada Rabu 23 Juni 2021 di Royal Pitamaha. Selain itu juga akan diselenggarakan kegiatan “Perjalanan Wisata Pengenalan Desa Wisata untuk Pasar Domestik” yang dilaksanakan pada 23-26 Juni 2021.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya tak menampik jika pandemi Covid-19 telah melumpuhkan pariwisata dikarenakan pembatasan perjalanan wisatawan, baik pada batas internasional maupun nasional pada satu tahun belakangan ini.

“Pariwisata Indonesia secara perlahan mulai beradaptasi dengan pandemi Covid-19 dengan mengimplementasikan prosedur CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmentally Friendly) di setiap titik perjalanan agar wisatawan merasa lebih aman ketika berwisata,” kata Nia, Senin (21/6/2021).

Selain itu, Nia melihat harapan untuk bangkit mulai terlihat ketika vaksinasi sudah dilaksanakan secara massif sejak awal Januari 2021 hingga saat ini. “Berubahnya kondisi pada saat ini juga mempengaruhi perilaku dan pilihan destinasi wisatawan saat berwisata, di mana menurut UNWTO (2020) wisatawan lebih memilih destinasi yang lebih dekat, memperhatikan prosedur kesehatan, last minute booking dan mencari destinasi alam, pedesaan, serta melakukan road trip,” ujarnya.

Menurut Nia, melihat perubahan ini serta keinginan untuk pariwisata dapat pulih di tingkat masyarakat, pemerintah khususnya Kemenparekraf/Baparekraf berinovasi dalam mengombinasikan kebutuhan-kebutuhan ini.

Direktur Pemasaran Pariwisata Pasar Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Muh. Ricky Fauziyani kegiatan ini mampu diserap dengan baik, sehingga mampu merespon kebutuhan wisatawan usai pandemi. Sebab, memang terjadi perubahan minat wisata, di mana hal-hal tersebut harus menjadi atensi semua pihak.

BACA JUGA :  Menuju 2024, Anies Lebih Moncer Dari Risma

Di sisi lain, Ricky menjelaskan jika para peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan desa wisata di Bali, biro perjalanan wisata di Bali dan lima destinasi super prioritas, perwakilan dari Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, perwakilan dari Desa Wisata Pentingsari dan media.

“Kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu business gathering yang mempertemukan pelaku pariwisata Bali dengan peserta perjalanan wisata pengenalan dan kegiatan akan dilanjutkan dengan perjalanan wisata pengenalan (familiarization trip) untuk biro perjalanan wisata, pelaku desa wisata, serta media dari lima destinasi,” terang Ricky.

Ricky menjelaskan tujuan kegiatan ini. Katanya, ada tiga harapan yang ingin disasar. Pertama, memperkenalkan produk desa wisata secara langsung kepada industri pariwisata dan media. “Kedua, menginisiasi dan mendorong kolaborasi pemasaran desa wisata untuk pasar domestik dan ketiga, mendorong pergerakan wisatawan Nusantara,” ujar Ricky.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *