Soal ‘Crazy Rich’ Helena Lim Divaksin Duluan, Golkar Sebut Dinkes DKI Kecolongan

oleh -17.101 views
Ilustrasi Ketua Fraksi Golkar Basri Baco. (Foto: Hasil tangkap layar kanal youtube Mitra Maulana)
Bagikan:

Jakarta – Ketua Fraksi Golongan Karya (Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakara Basri Baco mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta kecolongan terkait ‘crazy rich Jakarta Utara’ Helena Lim vaksin Covid-19 duluan. Ia meminta peristiwa itu menjadi bahan evaluasi Dinkes DKI Jakarta.

“Ini kan kalau di berita itu orang pemilik apotek, seolah-olah pemilik apotek, seolah dia kasir apotek, seolah-olah pekerja di apotek sehingga dianggap dia nakes, sehingga dia dapat fasilitas itu. Saya rasa Dinkes harus lebih teliti lagi dengan kasus ini, jangan sampai kecolongan seperti ini. Ini kan mengusik rasa keadilan. Itu saja yang paling penting, mari kita jadikan bahan evaluasi dinas kesehatan,” kata Basri, seperti dikutip detiknews, Rabu (10/2/2021).

Politisi partai Golkar ini mendorong supaya Dinkes DKI Jakarta dapat menutup peluang terjadinya manipulasi data. Sebab, Helena Lim diduga memalsukan data demi mendapatkan vaksin korona.

“Kalau kita nggak ada kejadian ini malah kita nggak tahu ternyata di situ ada peluang manipulasi dari para pemilik apotek apotek ini. Sebenarnya yang tidak bermoral itu mereka, yang tidak bermoral ini orang yang berusaha memasukkan data dan memanipulasi data untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, sosok yang akrab disapa Basri itu meminta Dinkes DKI Jakarta turut mengecek perizinan pendirian apotek milik Helena Lim. Apabila ditemukan ada pelanggaran, Helena bisa dilaporkan ke polisi.

“saya rasa dinas kesehatan kecolongan dalam hal ini, ya. Mudah-mudahan, ini bisa jadi cambuk bagi kita buat kita untuk lebih baik ke depan. Dengan kejadian ini, maka Dinkes harus bertindak tegas dan kalau perlu evaluasi tuh izinnya apotek tersebut dan kalau perlu si Helena itu dilaporkan aja. Dilaporkan ke polisi atau ke mana gitu kan, biar yang lain jera, biar yang lain tidak berusaha memalsukan, memanipulasi data tersebut yang mengambil yang bukan haknya,” ujarnya.

Sebelumnya, sosok yang disebut ‘crazy rich Jakarta Utara’ itu viral setelah dia mendapat vaksinasi Covid-19 duluan di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar). Merespons info viral itu, polisi pun mengecek kebenaran tersebut ke Puskesmas Kebon Jeruk.
Sebanyak tiga Personel Polres Metro Jakbar mendatangi Puskemas Kebon Jeruk, Jalan Raya Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (10/2/2021). Polisi datang sekitar pukul 10.32 WIB.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  PKB Fokus Menangani Pandemi, Soal Politik Bakal Ada Kejutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *