Soal Hak Beragama Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia, Menag: Mereka Harus Dilindungi

oleh -20.030 views
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Dok. GP Ansor
Bagikan:

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pemerintah akan mengafirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia.

Ketua PP GP ansor itu tidak mau ada kelompok beragama minoritas yang terusir dari kampung halaman mereka karena perbedaan keyakinan.

“Mereka warga negara yang harus dilindungi,” katanya, Kamis (24/12/2020).

Yaqut juga menyatakan bahwa Kementerian Agama akan memfasilitasi dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan yang ada.

“Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kementerian Agama akan memfasilitasi,” katanya.

Pernyataan itu merespons permintaan Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra agar pemerintah mengafirmasi urusan minoritas.

“Terutama bagi mereka yang memang sudah tersisih dan kemudian terjadi persekusi, itu perlu afirmasi,” kata Azyumardi ketika menyampaikan secara daring pada forum Professor Talk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Menurutnya, afirmasi itu kurang tampak diberikan pemerintah kepada kelompok minoritas. Misalnya, saat pemeluk agama minoritas ingin mendirikan tempat ibadah.

Sementara itu, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai pelarangan beribadah kepercayaan Ahmadiyah pada 2008, Ombudsman RI juga meminta Menteri Yaqut untuk segera membereskan ragam aturan diskriminatif kepada kelompok minoritas di Indonesia.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  Viral, PSI Minta Penaikan Dana Banpol Guna Penuhi Operasional Partai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *